What Made My February Beautiful

Minggu Wage, 1 Februari 2026. Hari ini tenggat pengiriman naskah untuk seleksi naskah cerita anak dwibahasa, Balai Bahasa Jawa Timur. Kulepaskan peluang ini, sebab naskahku tidak kunjung beres. Kulepaskan dengan hati yang sangat lapang. Saatnya berburu peluang lain.


Bogor, 5 November 2014


Ada satu penerbit besar yang membuka kesempatan pengiriman naskah, sampai akhir bulan ini. Itu yang kuusahakan berikutnya. Bukan naskah yang tidak jadi kukirim untuk BBJT 2026 itu. Ini lain. Pernah kukirim konsepnya ke BBJT tahun 2024 tetapi tidak lolos (kukirim bersama Balapan Becak Lawu, yang lebih beruntung). Untuk penerbit itu, aku merombak sebagian besar strukturnya, meski ide besarnya tetap.


Sahabatku WInarti yang pertama kali mengabarkan info ini


Tapi di tengah jalan, beberapa kawan menggodaku. Mereka mengajakku mendaftar Lokakarya Penulis Buku Nonteks Pusat Perbukuan 2026. Yang dicari naskah bermuatan STEM. Iya sih, naskah yang sedang kumatangkan ini bermuatan STEM. Tapi, aku sedang fokus ke tujuan utamaku. Lokakarya yang dikabarkan teman-teman ini sangat menarik, aku jadi ingat kegiatan serupa yang diselenggarakan Pusbuk tahun lalu, yang mencari naskah bertema lingkungan dan perubahan iklim (dan aku tidak lolos. Bahkan saat itu aku belum paham bagaimana membuat premis yang genah).

Seorang teman bilang, 'Ayolah Mbak, ikut daftar ini, siapa tahu kita bisa ketemu berempat di Jakarta,' sambil menyebut dua nama teman lain.

Dan aku pun luluh. Naskah yang sedianya kukirim untuk penerbit bertenggat 28/02 itu akhirnya kudaftarkan untuk Lokakarya BNT STEM. Keputusanku mengalihkan tujuan naskah ini kuambil setelah shalat istikharah dan minta pendapat ChatGPT dan Gemini 😜.

Rabu Legi, 18 Februari 2026, bertepatan dengan 1 Ramadan 1447 (versi Kalender Hijriah Global Tunggal), jam 17.00 adalah tenggat penerimaan konsep untuk mendaftar lokakarya SIBI/Pusbuk. Seharian itu aku dan teman-teman terdekat saling memberi semangat dan berkabar, sudah sampai mana rencana kami. Aku yang tidak terbiasa membuat premis dan sinopsis, dan harus memangkas banyak kata agar premisku tidak lebih dari 30 kata dan sinopsis maksimum 250 kata, jelaslah kepayahan.

Alhamdulillah, well done untuk mendaftar. Sekarang, kembalikan kepada Allah saja bagaimana hasilnya nanti.

Kamis Wage, 26 Februari 2026, jam 4 sore, Mbak Putri dari Pusbuk me-WA aku. Aku dinyatakan lolos seleksi untuk mengikuti lokakarya. Teman-teman yang sebelumnya mengajakku mendaftar, rupanya mereka dapat rezeki di tempat lain. Ada yang lolos seleksi naskah cernak Balai Bahasa Jatim, dan ada yang lolos di penerbit lain.




Begitulah Pusbuk/SIBI yang mengabarkan peserta lolos seleksi via japri dan tidak selalu semuanya diumumkan di media sosial, seperti juga kali ini. Sehingga, aku dan beberapa teman saling berbisik siapa saja yang lolos dan siapa yang bisa diajak berangkat bersama ke ibukota negara.

Hari pelaksanaan workshop mendekati Idulfitri, gimana nanti pesan tiket kereta/pesawatnya? Lokasi beneran di Jakarta atau Tangerang seperti tahun lalu? Separuh cemas, separuh tenang. Jadi netral ya.. bismillah, tawakkal saja semua akan baik nantinya.

Terima kasih, Februari 2026, you helped me doing my best. Terima kasih, ya Allah, selalu memberiku kekuatan untuk bertahan. Aku siap menjemput lebih banyak lagi kebaikan masa depan.


Comments