Sebagian orang menyebutnya kebetulan, tapi aku agak keren dikit lah 😂: hukum tarik-menarik (law of attraction). Dalam sudut pandang agama, tidak ada yang kebetulan, melainkan telah Allah tetapkan dalam lauhul mahfuzh.
![]() |
| Neng stasiun Balapan, kutha Sala sing dadi kenangan.. (Didi Kempot) |
Ibuku sebagai seorang (berdarah campuran) Jawa menyebut beberapa peristiwa yang saling terkait dengan istilah tumus atau numusi.
![]() |
| Spesialis-nya Soto Boyolali (SSB) Hj. Hesti, Wiyung, Surabaya |
Jika hari Senin pagi, 30 Maret 2025, aku kopdar dengan my high school bestie Winarti di SSB Hj. Hesti, Wiyung (dia yang menentukan tempatnya), lalu sorenya aku nonton film Na Willa (2026), yang ada adegan Mak menyalakan radio yang memutar lagu Oh Hesty-nya Lilis Suryani, itu pun bukan kebetulan. Sesuatu akan menarik hal-hal yang sejenis, se-frekuensi.
Jika aku menulis picture book Balapan Becak Lawu tahun 2024, lalu tahun ini aku naik kereta Argo Lawu yang tujuan akhirnya Stasiun Solobalapan, maka sistem aktivasi retikuler pula yang menjelaskannya.
![]() |
| Lia, Ihsan, Winarti |
Jadi, kenapa tidak memprogram otak untuk berpikir hanya hal-hal yang baik? Agar datang juga hanya yang baik-baik. Agar kelima indra dan setiap anggota badan hanya mengerjakan yang baik pula.
Hello, June 2026, be great to me.
Selamat hari lahir Pancasila!




Comments
Post a Comment
Thank you for visiting 🌻 I'd love to hear your thoughts here